Ads Header

NPK

Spesifikasi :

Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, fosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan kalium 15 % dalam bentuk K2O. Sifat Nitrogen (pembawa nitrogen ) terutama dalam bentuk amoniak akan menambah keasaman tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman.
Merumuskan NPK yang akan dipilih sesuai tanah dan tanaman memang sulit. Untuk keperluan ini belum ada aturannya. Namun, ada sumber yang menyebutkan patokan pemakaian atau pemilihan NPK tergantung pada kadar N-nya, yaitu pilihlah NPK dengan kadar N tinggi.

Fungsi :
  • Menjadikan daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun yang sangat penting bagi proses fotosintesis
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman, mempercepat pencapaian tinggi tanaman maksimum dan jumlah anakan maksimum.
  • Memacu pertumbuhan akar. Perakaran lebih lebat (banyak), sehingga tanaman akan menjadi lebih sehat dan kuat.
  • Menjadikan batang tanaman lebih tegak, kuat dan mengurangi resiko rebah.
  • Meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman dan kekeringan.
  • Memacu pertumbuhan buinga, mempercepat pemasakan biji sehingga waktu panen lebih cepat.
  • Memperlancar proses pembentukan gula dan pati.
  • Memperbesar jumlah buah / biji tiap tangkai.
  • Meningkatkan ketahanan hasil panen selama pengangkutan dan penyimpanan



Read more

Dolomit

Spesifikasi :

Dolomit merupakan jenis pupuk tunggal yang digunakan untuk menambahkan unsur hara Mg dalam tanah. Rumus kimianya adalah CaCO3.MgCO3. Pupuk ini berasal dari penambangan bahan galian batuan dolomit. Unsur utama yang terkandung di dalam pupuk ini adalah Mg dan Ca. Kandungan unsur lain dalam jumlah sedikit adalah P, Fe, Mn dan Si. Kandungan MgO-nya berkisar 18 - 22% dan CaO 40%. Kelarutannya dalam air cukup baik. Pupuk ini bersifat basa sehingga kalau rutin digunakan dapat meningkatkan pH tanah.

Fungsi :

Unsur MgO dan CaO yang terkandung didalamnya dapat membantu proses penetralisir unsur PH tanah pada tanaman. Kehalusan (kadar Mesh) juga menentukan cepatnya serapan air kedalam tanah.

Read more

Kieserite (Magnesium Sulfat)

Spesifikasi :

Rumus kimianya adalah MgSO4.H2O. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan pupuk ini adalah Mg(OH)2 yang disebut brucit dan MgCO3 yang disebut magnesit. Kandungan kieserite murni terdiri dari 29% MgO dan 23% S. Kieserite berbentuk hablur berwarna putih keabu-abuan dan agak sukar larut dalam air. Sifatnya asam sehingga bila digunakan terus menerus dapat menyebabkan tanah bereaksi asam.

Fungsi :

Kandungan MgO dalam pupuk kieserite sangat berguna untuk proses penetralisiran PH tanah dan membantu proses pertumbuhan bunga dan buah pada tanaman.
Read more

Muriate of Potash (MOP - KCl)

Spesifikasi :

Pembuatan pupuk KCl melalui proses ekstraksi bahan baku (deposit K) yang kemudian diteruskan dengan pemisahan bahan melalui penyulingan untuk menghasilkan pupuk KCl. Kalium klorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasuk pupuk tunggal. Kalium satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. 
Peran utama kalium ialah sebagai aktivator berbagai enzim. Kandungan utama dari endapan tambang kalsium adalah KCl dan sedikit K2SO4. Hal ini disebabkan karena umumnya tercampur dengan bahan lain seperti kotoran, pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 %. 

Fungsi :

Pupuk Kalium (KCl) berfungsi mengurangi efek negative dari pupuk N, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan pembentukan hijau dan dan dan karbohidrat pada buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Kekurangan hara kalium menyebabkan tanaman kerdil, lemah (tidak tegak, proses pengangkutan hara pernafasan dan fotosintesis terganggu yang pada akhirnya mengurangi produksi. Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar Magnesium daun dapat menurun. Kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktivitas fotosintesa terganggu.
Read more

Triple Super Phosphate (TSP)

Spesifikasi :

Kadar P2O5 46-48%. Warnanya abu-abu. Bentuknya berupa butiran (granulated). Sifatnya mudah larut dalam air dan reaksi fisiologisnya netral.

Fungsi :

Kandungan phospate (P) yang terdapat didalamnya dapat merangsang pertumbuhan akar, mempercepat pembuahan dan pemasakan biji dan buah.
Read more

Rock Phosphate (RP)

Spesifikasi :

P2O5: 28%Max
Mesh:40-80
H20:8%Max

Fungsi :

  • Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan perakaran yang baik
  • Mempercepat pembentukan bunga serta masaknya buah dan biji
  • Meningkatkan komponen hasil panen tanaman biji-bijian






Read more

Zwavelzure Amoniak (ZA)

Spesifikasi :

Pupuk ini dibuat dari gas amoniak dan asam belerang (zwavelzure). Persenyawaan kedua zat ini menghasilkan pupuk ZA dengan kandungan N sebanyak 20,5% - 21%. Bentuknya kristal kecil-kecil berwarna putih, abu-abu, biru keabu-abuan, atau kuning.

Sifat pupuk ZA ini ialah sedikit higroskopis (menarik air), tetapi baru menarik uap air pada kelembapan 80% dan suhu 30 C. Kendati demikian, ZA harus disimpan di tempat kering. Sifat lain pupuk ini ialah reaksi kerjanya agak lambat dan akar tanaman tidak dapat menyerapnya bersama air tanah, tetapi harus mendapatkannya secara langsung. Pupuk ini pun kurang terkuras oleh air. Bila ingin dipakai sebagai pupuk dasar sebelum tanam, pupuk ZA ini tergolong cocok. Sayangnya ia agak asam sehingga dapat membuat tanah menjadi asam jika terlalu sering diberi pupuk ZA. Pupuk ini pun tidak cocok diberikan pada tanah muda yang baru dibuka dan tanah yang kurang mengandung kalsium.

Fungsi :
  • Tidak Hidroskopis.
  • Mudah larut dalam air.
  • Digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan.
  • Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu lama.
  • Dapat dicampur dengan pupuk lain.
  • Aman digunakan untuk semua jenis tanaman.
  • Meningkatkan produksi dan kualitas panen.
  • Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama penyakit dan kekeringan.
  • Memperbaiki rasa dan warana hasil panen.

Gejala kekurangan unsur hara Belerang pada tanaman
  • Produksi protein tanaman menurun, pertumbuhan sel tanaman kurang aktif
  • Terjadi penimbunan amida bebas dan asam amino sampai batas yang berbahaya bagi tanaman
  • Terjadi kerusakan aktivitas fisiologis dan mudah terserang hama penyakit
  • Produksi butir daun hijau menurun, proses asimilasi dan sintesis karbohidrat terlambat, tanaman mengalami klorosis/kekuningan dan hasil panen rendah.


Read more

Urea

Spesifikasi :

Nitrogen (N): 46%
H2O: 5%Max
Prill

Urea dibuat dari gas amoniak dan gas asam arang. Persenyawaan kedua zat ini melahirkan pupuk urea dengan kandungan N sebanyak 46%.

Urea termasuk pupuk yang higroskopis (mudah menarik uap air). Pada kelembapan 73%, pupuk ini sudah mampu menarik uap air dari udara. Oleh karena itu, urea mudah larut dalam air dan mudah diserap oleh tanaman. Kalau diberikan ke tanah, pupuk ini akan mudah berubah menjadi amoniak dan karbondioksida. Padahal kedua zat ini berupa gas yang mudah menguap. Sifat lainnya ialah mudah tercuci oleh air dan mudah terbakar oleh sinar matahari. Itu sebabnya banyak yang menganjurkan pemberian urea ini lewat daun, tetapi harus hati-hati. Urea dapat membuat tanaman hangus, terutama yang memiliki daun yang amat peka. Untuk itu, semprotkan urea dengan bentuk tetesan yang besar.

Fungsi :

  • Membuat daun tanaman lebih hijau dan segar.
  • Mempercepat pertumbuhan.
  • Menambah kandungan protein hasil panen.
  • Hidroskopis.
  • Mudah larut dalam air.



Read more